Waktu Tempuh MRT dari Stasiun HI – Lebak Bulus 17 Menit

JawaPos.com – Bulan depan warga ibu kota bisa menikmati moda angkutan masal baru, yakni Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berkesempatan menjajal naik MRT dari Stasiun Hotel Indonesia (HI) ke Stasiun Lebak Bulus pergi pulang kemarin (20/2).

Dalam kesempatan itu, JK didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii.

Jarak lintasan dari Stasiun HI ke Lebak Bulus sekitar 16 km. Jarak tersebut ditempuh sekitar 17 menit. Karena perjalanan uji coba, rombongan JK tidak berhenti di setiap stasiun. Setelah tiba kembali di Stasiun HI, JK menyatakan bahwa MRT Jakarta adalah moda transportasi yang enak, nyaman, dan tepat waktu. “Ini hal penting. Memenuhi kriteria angkutan umum,” kata JK yang diapit Budi dan Anies.

Waktu Tempuh MRT dari Stasiun HI - Lebak Bulus 17 MenitWapres Jusuf Kalla setelah naik kereta MRT saat uji coba. Dia mengapresiasi kenyamanan dari moda angkutan masal tersebut. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

JK lantas membandingkannya dengan angkutan umum seperti bus dan sejenisnya yang kerap dikeluhkan karena sering ngetem.

Ketika ditanya apakah ada kritik terkait MRT Jakarta itu, dia hanya tersenyum. JK lantas menyinggung terlambatnya pembangunan MRT Jakarta. Dia menceritakan, rencana pembangunan MRT Jakarta sempat muncul pada awal 1990-an. Namun, pembangunannya baru terealisasi pada 2013.

Lantas bagaimana jika ada kota atau daerah lain yang ingin meniru Jakarta untuk memiliki MRT? “(MRT, Red) baru cocok jika penduduknya 10 juta,” katanya.

Seperti diketahui, penduduk DKI Jakarta pada 2017 mencapai 10,37 juta jiwa. Belum lagi ditopang penduduk dari daerah satelit seperti Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi. JK mengatakan, kota dengan penduduk yang hanya 1-2 juta jiwa kurang cocok memiliki MRT. “Bisa kosong keretanya (MRT, Red),” tutur JK.

Kepada Anies, JK berpesan supaya Pemprov DKI mengintegrasikan MRT Jakarta dengan angkutan umum lainnya yang beroperasi di Jakarta. Misalnya bus Transjakarta dan kelak LRT (light rail transit).

Menurut JK, DKI Jakarta membutuhkan setidaknya 200 km jaringan MRT. Sementara saat ini baru 16 km yang bakal beroperasi. Dia mengungkapkan, setelah MRT Jakarta rute Lebak Bulus-HI beroperasi, akan menyusul pembangunan MRT Jakarta fase 2. Yakni dari Stasiun HI menuju Kampung Bandan sepanjang 8 km.

Gubernur Anies mengatakan, MRT Jakarta tidak hanya akan terintegrasi dengan angkutan umum lainnya. Tetapi juga memiliki keunggulan ketepatan waktu dan harga tiket yang terjangkau. Meski begitu, dia belum membeberkan harga tiket MRT Jakarta.

Anies menyatakan, saat ini perilaku warga Jakarta adalah 75 persen menggunakan kendaraan pribadi dan 25 persen memakai angkutan umum. Targetnya, pada 2030 kondisinya berbalik. Yakni, 75 persen warga menggunakan kendaraan umum dan sisanya yang 25 persen menaiki kendaraan pribadi. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (wan/c9/git)