Sirkuit MotoGP di Mandalika Terbangun 2021, Ini Tahap Pembangunannya

JawaPos.com – Tidak lama lagi, Indonesia bakal memiliki sirkuit yang dapat digunakan untuk balapan MotoGP. Rencananya sirkuit ini bakal terbangun pada 2021. Melalui PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, investor asal Perancis, Vinci, yang akan membangun sirkuitnya.

Bagaimana tahapan pembangunannya?

Direktur Konstruksi ITDC Ngurah Wirawan mengatakan sebelum sirkuit dibangun, ITDC berkewajban untuk terlebih dahulu membangun kawasannya. Mulai dari akses jalan, listrik, drainase, badan jalan dan fasilitas-fasilitas lain. Untuk pendanaan, ITDC memerlukan modal sebesar Rp 4,5 triliun yang terdiri dari Rp 250 miliar APBN lewat Penyertaan Modal Negara (PNM) serta pinjaman dari Asia Infrastruktur Investment Bank (AIIB) senilai Rp 3,6 triliun.

“Tahun ini kita kan baru tanda tangan pembiayaan dari tahun lalu Desember dengan AIIB, karena ini tender internasional. Pinjaman asing ini kan butuh waktu, penyelesaian konsultan konstruksi, engineering, semua itu kira2 3 bulanan sampe Maret-April,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/2).

Kemudian, pada Mei-Juni-Juli akan dilakukan proses pra kualifikasi sehingga pada Agustus-September dapat dilakukan lelang. Pada Oktober 2019, barulah pembangunan fisik bisa dilakukan setelah pembayaran uang muka.

“Kita baru bisa memberikan kontrak kepada para kontraktor yang dari tender internasional itu sekitar September, sehingga Oktober secara fisik uang muka dibayar dan kita mulai konstruksi,” terangnya.

Selanjutnya, saat memasuki masa konstruksi, ITDC akan memulai membangun pembentukan jalan terlebih dahulu. Jalan diutamakan karena pentingnya akses. Investor tidak akan bisa masuk bila tidak ada akses jalan yang memadai. Selanjutnya, ITDC berkewajiban untuk membangun jaringan drainase bawah tanah setinggi 2 meter dengan lebar 2 meter.

“Jadi bisa dilewati orang di dalamnya, untuk mmbangun jaringan pipa air, pipa gas, listrik, fiber optik semua di bawah tanah,” tuturnya.

Sedangkan, Vinci, akan masuk dengan dana USD 1 miliar. Dengan dana sebesar itu Vinci bukan hanya akan melapisi jalan yang akan dijadikan sirkuit di Mandalika, Lombok itu tetapi juga 10 hotel dan convention center.

Dia memastikan, saat Vinci mulai melapisi zona sirkuit dan infrastruktur balapnya, maka seluruh jaringan drainase di bawah tanahnya sudah rapi. Sebab untuk dapat digunakan balapan, Vinci perlu memiliki jaringan IT untuk gerakan motor di setiap tikungan.

Harapannya, pembangunan infrastruktur dasar itu bisa terbangun 6-9 bulan atau maksimum sampai semester 1 2020 badan jalan, tunnel-tunnel, dan drainase bawah tanah bisa selesai. Kemudian pada semester-2 2020, Vinci tinggal menyelesaikan sisanya. Sehingga pada 2021 sirkuit sudah dapat diuji oleh Komite Internasional.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Uji Sukma Medianti