Sepakat Dengan JK, Luhut Akui Biaya LRT Jabodebek Mahal

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengakui jika pembangunan proyek infrastruktur proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) terlalu mahal.

“Memang betul, memang elevated dengan non elevated harganya lebih tinggi,” ujarnya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (14/1).

Namun, Luhut memastikan untuk proyek LRT selanjutnya yakni rute Cibubur-Bogor biaya pembangunannya akan lebih murah. Apalagi, rel yang dibangun juga di atas tanah, bukan layang.

“Pembangunan LRT selanjutnya LRT Cibubur-Bogor itu costnya bisa di bawah Rp 500 miliar. Saya belum tahu persis,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik, pembangunan proyek infrastruktur proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) terlalu mahal.

Menurutnya, pembangunan LRT Jabodetabek cenderung tidak efisien lantaran dibangun secara melayang atau elevated yang letaknya disamping jalan tol. Semestinya dibangun secara terpisah.

“Bangun LRT ke arah Bogor dengan elevated. Ya buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol,” ujarnya di Ritz Carlton Pasific Place Jakarta, Jumat (11/1) malam.

JK menuturkan, LRT Jabodetabek yang berlokasi di jalan tol terkesan seperi tidak ada lahan lagi yang lebih murah.

“Terkecuali di dalam kota, ke luar kota lahan masih murah kok. Masa (lahan) dari penduduk tidak ada, kenapa mesti elevated di luar kota. Kecuali kalau wilayahnya betul-betul sudah sangat padat,” tutur JK.

Selain itu JK menyebut, selain tidak efisien, biaya investasi proyek ini juga terbilang mahal hingga mencapai Rp 500 miliar per kilometer. Sehingga, konsultan yang mengawasi proyek tersebut dipertanyakan.

“Siapa konsultannya ini yang bikin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer. Kapan kembalinya (modalnya)? Kalau dihitungnya seperti itu,” tegas JK.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Hana Adi