Pilih Ngekos atau Ngontrak, Ini Pertimbangannya

JawaPos.com – Bagi yang hidup di perantauan, tempat tinggal menjadi PR (pekerjaan rumah) yang cukup memberatkan. Sebab mencari tempat tinggal yang nyaman dengan harga sewa yang terjangkau relatif cukup sulit, terutama di kota-kota besar.

Belum lagi penyewa harus membuat keputusan, apakah harus tinggal di kontrakan atau kos-kosan untuk menghemat biaya sewa. Meski sifatnya hanya sementara, Anda tetap harus teliti mencari tempat tinggal yang paling tepat sesuai kebutuhan dan bujet. Beberapa hal juga perlu dipertimbangkan agar Anda tidak menyesal ketika uang sewa telah dibayarkan.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan? Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut pertimbangannya apakah pilih ngekos atau ngontrak saja.

1. Masih Lajang atau Sudah Menikah?

Pertimbangkan status marital Anda sebelum mengambil keputusan. Bagi yang sudah menikah, mengontrak rumah menjadi pilihan yang tepat apalagi jika sudah dikaruniai anak atau berencana mempunyai anak dalam waktu dekat.

Sebab perabotan yang dibutuhkan seseorang sudah berkeluarga jauh lebih banyak dan beranekaragam.  Sedangkan bagi yang masih single atau lajang, lebih baik tinggal di kos karena perabotan yang dibutuhkan tidak terlalu banyak sehingga ruang kecil sekalipun sudah cukup.

Jika Anda berencana tinggal beramai-ramai, menyewa kontrakan jauh lebih disarankan. Selain memiliki ruang yang jauh lebih besar, biaya sewa juga lebih murah karena mekanisme bayarnya secara iuran.

2. Apakah Anda termasuk Orang Sibuk?

Pertimbangkan pula seberapa sibuknya aktivitas Anda sehari-hari. Bagi yang masih kuliah, tinggal di kos-kosan jauh lebih untung karena kebanyakan uang sewa kos-kosan sudah mencakup sewa kamar dan fasilitas yang didapatkan, seperti Wi-Fi, biaya air, dan listrik.

Bagi yang sudah bekerja juga bisa tinggal di kos-kosan, tetapi perhatikan tingkat kenyamanan kosnya. Pastikan kos-kosan tidak berisik agar tidur Anda tidak terganggu.

Jika suatu saat kehidupan Anda membaik, sewalah kontrakan yang nyaman dan memberikan fasilitas lengkap untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ajak rekan kerja tinggal bersama-sama agar uang sewa yang dibayarkan masing-masing individu lebih murah.

3. Berapa Besar Biaya Transportasinya?

Pastikan kontrakan atau kos-kosan dekat dengan kantor atau kampus. Selain menghemat biaya transportasi, Anda juga akan terhindar dari jebakan macet sehingga Anda dapat sampai ke tempat tujuan secara tepat waktu.

Meskipun biaya sewa tempat tinggal yang strategis lebih mahal, tetapi tingkat produktivitas Anda menjadi lebih tinggi sehingga profesionalitas tetap terjaga, baik di kantor maupun di kampus.

Tinggal di lokasi strategis atau tidak, Andalah yang memutuskan. Jika Anda berencana tinggal di tempat yang agak jauh dari kantor atau kampus, sebaiknya hitung biaya transportasi secara detail. Pertimbangkan pula seberapa mudah transportasi umum dapat diakses dari tempat tinggal Anda nanti.

4. Berapa Perbandingan Sewa Kos atau Kontrakan?

Harga sewa kos-kosan dan kontrakan tentu berbeda. Sewa kontrakan cenderung lebih mahal karena ukuran kontrakan lebih luas, sedangkan ukuran kos-kosan hanya sepetak saja.

Meskipun dari segi ukuran kontrakan lebih unggul, tetapi dari segi mekanisme pembayaran kos-kosan lebih unggul. Sebab, pembayaran kos-kosan dibebankan rata-rata per bulan hingga tiga bulanan, sedangkan kontrakan harus dibayar selama 6 bulan atau satu tahun penuh bahkan lebih.

Usahakan bayar uang kontrakan atau kos dalam kurun waktu singkat terlebih dahulu, misalnya 6 bulan atau 1 tahun untuk kontrakan dan 1 bulan untuk kosan. Apabila Anda menemukan tempat tinggal yang lebih nyaman dan menarik, Anda tidak kehilangan terlalu banyak uang akibat biaya sewa hangus.

5. Apa Saja Peraturan yang Ditetapkan?

Tinggal di kontrakan tentu lebih bebas daripada di kos karena kebanyakan kontrakan tidak diawasi oleh pemilik, sedangkan kos-kosan diawasi oleh pemilik atau penjaga.

Selain itu, aturan tinggal di kos lebih ketat, misalnya dilarang pulang terlalu malam, dilarang membawa teman pria ke kosan, dan lain-lain. Sedangkan aturan di kontrakan lebih longgar dan sifatnya lebih ke perawatan perabotan yang disediakan pemilik agar tidak cepat rusak.

Bagi yang keberatan dengan aturan yang ditetapkan oleh pemilik kos, lebih baik mengontrak saja agar lebih bebas dan leluasa, terutama jika jam kerja Anda hingga larut malam atau sering lembur.

6. Apakah Pemilik Ramah atau Cuek?

Cari tahu sifat dari pemilik kontrakan atau kos-kosan, apakah mereka ramah atau malah cuek. Pemilik yang bersahabat tentu menjadi idaman karena tingkat kepedulian terhadap orang yang tinggal di kontrakan atau kos lebih besar.

Apabila suatu saat kontrakan atau kos mengalami kerusakan, pemilik langsung cepat turun tangan untuk memperbaikinya. Berbanding terbalik jika sifat pemilik cuek yang kesannya tidak mau tahu dengan masalah yang Anda alami.

Sifat atau kepribadian pemilik kontrakan atau kos dapat Anda cari tahu dari tetangga ataupun orang yang pernah tinggal di tempat yang akan ditempati nanti.

Bawa Perabotan Secukupnya agar Tak Repot saat Pindahan

Satu hal yang pasti tidak boleh dilupakan adalah perabotan. Bawalah perabotan secukupnya agar Anda tidak susah payah memindahkan perabotan dari tempat tinggal lama ke tempat tinggal baru. Selamat mencari tempat tinggal yang tepat.

Editor           : Saugi Riyandi