Menteri Rini Resmikan Hunian TOD Rawa Buntu, Jurangmangu, Dan Cisauk

JawaPos.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendukung penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat kecil dan menengah melalui hunian vertikal. berbasis Transit Oriented Development (TOD). Pembangunan ini dalam upaya mendukung Program Satu Juta Rumah yang digagas pemerintahan Jokowi-JK.

“Terima kasih kepada BUMN-BUMN yang sudah bersinergi membangunan hunian terintegrasi transportasi di tiga tempat ini. Saya tekankan pula, bahwa sinergi ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR serta dukungan dari pemerintah daerah setempat,” ujar Menteri BUMN, Rini Soemarno dalam keterangannya, Senin (10/12).

Selain terintegrasi dengan transportasi KRL di Stasiun, pengembangan hunian dengan konsep ini juga akan dilengkapi area publik berupa parkir mobil, parkir, komersial area, taman dan area publik bersama. Rini menuturkan, konsep hunian ini akan memudahkan mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas.

Terlebih pembangunan ini akan dilengkapi dengan area komersil dan fasilitas umum yang semuanya terintegrasi dalam satu kawasan, sehingga penghuni dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari karena ada ruang sosialisasi bagi para penghuni. Lain dari itu, biaya transportasi dan kemacetan perkotaan semakin berkurang, serta penataan ruang kota pun semakin efisien.

“Konsep hunian terintegrasi transportasi sudah kami lakukan sebelumnya di Stasiun Tanjung Barat Jakarta dan Stasiun Pondok Cina Depok. Ini merupakan hunian terintegrasi ketiga yang akan kami kembangkan di Stasiun Rawa Buntu Tangerang Selatan,” imbuhnya.

Rini mengungkapkan, minat yang luar biasa dari masyarakat pada kedua proyek sebelumnya teus membuat semangat dalam mengembangkan konsep terintegrasi dan menjaga ketepatan waktu dalam pembangunannya.

Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo mengatakan, melalui hunian yang menempel dengan Stasiun Rawa Buntu ini, maka akan banyak lagi hunian terjangkau yang dapat diserap oleh masyarakat. Bambang menjelaskan, proyek yang dinamakan Mahata Serpong ini akan berdiri di atas lahan seluas 24.626 meter persegi dengan total unit 3.632 hunian. Tahap pertama dibangun 3 tower dari total 6 tower. 

Ketiga tower pada tahap pertama ini terdiri dari 1.816 unit dengan bauran 330 hunian subsidi dan 1486 hunian non subsidi. Tipe yang disediakan yaitu tipe Studio (Semi Gross 21.90 meter persegi), tipe 1 BR (Semi Gross 34.09 meter persegi), tipe 2 BR (Semi Gross 35.98 meter persegi) dan tipe 2 BR+ (Semi Gross 60.47 meter persegi).

“Pembangunan Mahata Serpong akan dilakukan mulai akhir tahun ini dan perkiraan selesai 2020. Saat ini perizinan sudah rampung dan pembelian unit dapat dipesan di kantor marketing Perumnas yang salah satunya berada di Stasiun Rawa Buntu,” tuturnya.

Sementara, Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo selaku BUMN Kontruksi mendukung program sejuta rumah melalui anak usahanya PT HK Realtindo (HKR) yang bergerak di bidang Properti dengan mengembangkan hunian terintegrasi transportasi serupa di Stasiun Jurangmangu.

“Total unit yang akan dibangun oleh PT HK Realtindo di kawasan stasiun ini sebanyak 4.510 unit dan akan terbagi menjadi enam tower di atas lahan seluas 4,6 hektare (ha). Total investasi proyek ini sekitar Rp 2,1 triliun,” imbuhnya.

Sedangkan Direksi PT HK Realtindo menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunannya akan dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama akan dilakukan optimalisasi stasiun dan dibangun tiga tower Apartemen dengan kapasitas sekitar 1.500 unit dengan total investasi sekitar Rp 891 miliar.

Sekitar 30 persen atau sekitar 450 unit, hunian ini untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jakarta dan sekitarnya untuk bisa memiliki hunian yang layak. Hunian untuk MBR tersebut akan dijual dengan harga Rp 8 juta per meter persegi dengan luas mulai dari 32 meter persegi.

Saat ini, perizinan hunian terintegrasi Stasiun Jurangmangu masih dalam proses. Pembangunan rencananya akan dimulai pada semester I-2019 dan ditargetkan selesai pada 2023. Sedangkan, tahap kedua sekitar 2.300 unit akan dilaksanakan setelah seluruh pembangunan tahap pertama selesai dilakukan.

Sementara itu, di Stasiun Cisauk pengembangan hunian terintegrasi transportasi dilakukan oleh PT Adhi Commuter Properti, yang merupan anak Perusahaan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nama Cisauk Point.

“Di Kawasan ini akan dibangun 6 tower dengan 2.641 unit hunian. Tahap pertama, sebanyak 832 unit dengan bauran 300 unit hunian subsidi dan 532 unit non subsidi,” kata Budi Harto selaku Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Saat ini, perizinan IMB hunian terintegrasi Stasiun Cisauk masih dalam proses. Proyek dengan total nilai investasi 831 M ini, akan memulai pembangunan tahap 1 dan serah terima ke konsumen di tahun 2021. Untuk hunian bersubsidi, Cisauk Point mengembangkan 2 tower, yaitu tower Jasper dan Agate setinggi 19 lantai dengan jumlah unit mencapai 640 unit. 

Sedangkan 4 tower lainnya setinggi 26 lantai akan dikembangkan untuk hunian kelas menengah bawah, dengan total unit 2001 unit. “Pada hari ini, 10 Desember 2018 kami melakukan Groundbreaking untuk tower Sapphire, sebagai tanda awal kami mengembangkan kawasan ini. Selanjutnya, untuk tower-tower yang lain akan dikembangkan secara bertahap,” tandasnya.

Editor      : Saugi Riyandi
Reporter : (mys/JPC)