Lima Titik Rencana TOD di Stasiun, Baru Tiga Lokasi Dibangun

JawaPos.com – Pemerintah sedang gencar membangun kawasan perumahan yang terhubung dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Hunian masa depan yang terkoneksi dengan stasiun kereta api itu masih dikembangkan.

Sedikitnya, sudah ada dua stasiun di daerah operasi (Daop) 1 DKI Jakarta yang sudah dikembangkan dengan kosep TOD. Yakni, stasiun KRL Tanjung Barat dan Pondok Cina. Sementara tiga stasiun lain yaitu Stasiun Rawa Buntu, Stasiun Jurangmangu, dan Stasiun Cisauk baru dilakukan groundbreaking pada Senin, (10/12) lalu.

Executive Vice President (EVP) Daerah Operasi I PT Kereta Api Indonedia (KAI) R Dadan Rusdiansyah mengatakan, program pembangunan tata ruang kota hunian TOD tersebut merupakan program dari pemerintah pusat. Pembangunan kawasan TOD atau stasiun terpadu itu pertama kali dilakukan di wilayah Daop 1 DKI Jakarta yang meliputi daerah Jakarta-Bogor-Sukabumi.

“Pembangunan kawasan hunian TOD masih berjalan. Pembangunannya di kawasan Daop 1 Jakarta dan beberapa sudah dilakukan groundbreaking. Yang sudah berjalan dan sudah ada fisiknya baru di Stasiun Rawa Buntu, Pondok Cina, dan Tanjung Barat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (15/11).

Tujuan utama dari dibangunnya hunian kawasan TOD itu, menurutnya agar masyarakat bisa mempersingkat waktu tempuh menggunakan jasa angkutan kereta api.

Dengan begitu, masyarakat lebih cepat menuju ke tempat kerja dan lebih menghemat biaya transportasi. TOD juga dibangun bertujuan untuk membuat kawasan yang kerap mengalami kemacetan bisa lebih lancar setiap harinya.

Dadan mengatakan, program TOD yang sedang berjalan di sejumlah stasiun di Jakarta tersebut tidak lain untuk mengembangkan pembangunan tata kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi sehingga menciptakan suatu kota yang efisien.

“Dalam hal ini PT KAI berperan dalam penyediaan lahan untuk mendukung program pemerintah untuk membangun tata kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi sehingga menciptakan kota yang efisien dan terbebas dari macet,” terangnya.

Editor      : Erna Martiyanti
Reporter : (wiw/JPC)