Lanjutkan Trans-Jawa, Ruas Probowangi Mulai Digarap April 2019

JawaPos.com – Satu per satu sisa ruas tol trans-Jawa diselesaikan. Kali ini pemerintah akan melanjutkan pembangunan di ruas Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).

Ruas Probowangi nanti terbagi menjadi tiga seksi, di wilayah Kabupaten Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Ruas tol Probolinggo-Banyuwangi akan menjadi titik akhir dari jaringan tol trans-Jawa. Ruas sepanjang 172 km itu bakal menjadi tol terpanjang di Indonesia.

PT Jasa Marga Probolinggo-Banyuwangi (JPB) saat ini tengah melakukan tender konstruksi untuk seksi 1 yang melintasi Kabupaten Probolinggo. “Konstruksi tahap 1 sepanjang 30 km dimulai pada April 2019 dan selesai Maret 2021,” kata Direktur Utama PT JPB Hari Pratama kepada Jawa Pos kemarin (30/1).

Lanjutkan Trans-Jawa, Ruas Probowangi Mulai Digarap April 2019Ilustrasi Trans-Jawa (Galih Cokro/Jawa Pos)

Tiga seksi direncanakan beroperasi penuh pada paro terakhir tahun 2022. Hari mengatakan, pengerjaan untuk setiap ruas diperkirakan memakan waktu lebih lama dari perkiraan karena kesulitan medan di beberapa ruas. Dia lantas mencontohkan seksi 1 yang melintasi Jalan Raya Paiton, Probolinggo.

Kontur wilayah di daerah tersebut adalah pegunungan cadas yang berbatasan langsung dengan lautan. Perlu pembukaan lahan dengan upaya ekstra. Pembukaan lahan dengan cara blasting atau peledakan dinamit tidak memungkinkan karena letaknya berdekatan dengan instalasi vital PLTU Paiton. “Kami nanti pakai alat khusus, ini membuat pengerjaan jadi lebih lama. Yang awalnya 1,5 tahun menjadi 2 tahun,” jelas Hari.

Untuk mempercepat pembebasan lahan, PT JPB mendapatkan kredit sindikasi dana talangan tanah senilai Rp 2,52 triliun dari 4 bank. Yakni, BNI, BRI, BCA, dan Bank Mandiri. Setiap institusi perbankan tersebut mengucurkan Rp 630 miliar. Perjanjian kredit sindikasi dana talangan tanah tersebut telah ditandatangani di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Selasa (29/1) oleh Hari dan perwakilan pimpinan bank penyedia kredit.

Hari mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan dana talangan tanah dalam perjanjian pengusahaan jalan tol. Sebagai langkah awal pembebasan lahan, pihaknya telah mengajukan pinjaman Rp 2,52 triliun yang sudah disetujui pihak sindikasi.

“Dana talangan tanah ini akan dipakai untuk pembayaran ganti rugi tanah seksi Probolinggo dan sebagian Situbondo” ujarnya. Dia memaparkan, kredit sindikasi dana talangan tanah itu merupakan tahap awal dari total Rp 4,7 triliun untuk pembebasan lahan ruas Probolinggo-Banyuwangi. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (tau/c10/oni)