Kecil Kemungkinan Rusunami Skema KPBU Bisa Terwujud

JawaPos.com – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menilai, kecil kemungkinan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) dengan skema kerja sama dengan badan usaha (KPBU). Proyek KPBU dijalankan dengan cara build operate transfer (BOT).

Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Hermawan mengatakan hasil pendapatan dari operasional tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman. Menurutnya, rencana tersebut dapat diwujudkan jika  untuk proyek rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Rusunami kita harus kaji lagi. Karena rusunami ini barangnya diambil oleh user, enggak balik lagi ke pemerintah,” ujarnya di Gedung Kementerian PUPR Jakarta, Selasa (5/3).

Armand mengungkapkan, perlu ada kajian jika pemerintah ini menerapkan rusunami dengan skema KPBU. Kajian tersebut sepenuhnya dilakukan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) .

Sebagai informasi, terdapat empat macam dukungan yang dapat dilakukan pemerintah terkait KPBU yakni Fasilitas Penyiapan dan Pendampingan Transaksi atau Project Development Facility (PDF), dan dukungan kelayakan atau Viability Gap Fund (VGF). Kemudian, Penjaminan Infrastruktur, dan Dukungan Pelaksanaan Skema atau Availability Payment (AP).

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Romys Binekasri