Ini Alasan Perusahaan Pelat Merah Tergiur Bangun Hunian di Lahan KAI

JawaPos.com – Ada gula ada semut. Nampaknya pepatah itu cocok bagi pengembangan proyek infrastruktur yang digairahkan pemerintah pusat, maupun pemda dengan beragam proyek hunian dekat dari lokasi proyek. 

Kendati jumlahnya hanya sedikit namun gula bisa mendatangkan banyak semut. Begitu juga dengan proyek Light Rail Transit (LRT) dan kereta api commuterline Jabodetabek yang konon jumlah penumpangnya akan terus melonjak setiap tahun.

Yang terbaru adalah proyek kerja sama PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama dengan perusahaan BUMN perumahan serta BUMN karya. Proyek itu disebut sebagai Transit Oriented Development (TOD). 

Setidaknya ada 5 BUMN yang akan terlibat dalam pembangunan TOD di atas lahan KAI. Di antaranya Perum Perumnas, PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui anak usaha, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk.

Hunian tersebut dibangun dengan memanfaatkan lahan parkir stasiun. Iming-iming kemudahan mobilitas serta kelengkapan fasilitas komersial menjadi daya tarik bagi calon pembeli milenial.

General Manager Corporate Communication Perum Perumnas Dian Rahmawati menuturkan inisiasi itu diawali dari angka backlog memiliki sebaran tertinggi di area Jakarta dan penyangga Jakarta.

“Realitanya land bank perumnas di area Jakarta sangat terbatas dan Perumnas sudah tidak mendapatkan lagi support pemerintah atas ketersediaan lahan,” jelas Dian saat dihubungi Jawapos.com di Jakarta, Sabtu (15/12).

Di sisi lain, kata Dian, kalaupun ada lahan di Jakarta pasti harganya sudah mahal. Sedangkan Perumnas punya misi menyediakan hunian dengan harga terjangkau. “Jalan keluarnya ya sinergi dengan BUMN lain yang punya lahan iddle. Salah satunya dengan KAI ini,” kata Dian.

Perumnas mempunyai tiga proyek TOD yang menempel dengan stasiun KRL. Yaitu meliputi Stasiun Tanjung Barat Jakarta Selatan 1.232 unit, Stasiun Pondok Cina Depok 894 unit dan Stasiun Rawa Buntu Tangerang Selatan 3.632 unit. Saat ini, kata Dian, 65 persen unit apartemen di Stasiun Pondok Cina sudah terjual. Dari keseluruhan proyek yang dibangun, sebanyak 25 sampai 30 persen diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sementara Adhi Karya sudah mulai duluan dengan membangun PT Adhi Commuter Properti (ACP) yang merupakan anak usaha yang fokus pada pembangunan hunian terintegrasi transportasi. Meski Adhi baru punya satu proyek yang berdiri di atas lahan KAI, namun ACP sudah membangun 7 proyek di jalur LRT atau dikenal dengan proyek LRT City.

Sementara itu 4 menara lain, Sapphire, Emerald, Ruby dan Diamond setinggi 26 lantai dengan total unit mencapai 2.001 unit akan dikembangkan untuk hunian non subsidi atau apartemen komersil. Berikut adalah daftar proyek TOD nempel stasiun KRL yang digarap BUMN:

Stasiun Tanjung Barat dibangun oleh Perumnas
Stasiun Pondok Cina dibangun oleh Perumnas 
Stasiun Senen dibangun oleh PT Wijaya Karya
Stasiun Juanda dibangun oleh PT PP
Stasiun Tanah Abang dibangun oleh PT PP
Stasiun Manggarai dibangun oleh PT PP
Stasiun Rawabuntu dibangun oleh Perumnas
Stasiun Jurangmangu dibangun oleh PT Hutama Karya
Stasiun Cisauk dibangun oleh PT Adhi Karya
 

Editor      : Teguh Jiwa Brata
Reporter : (uji/JPC)