Holding BUMN Perumahan Tingkatkan Daya Serap Permodalan Rumah Subsidi

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan Peraturan Pemerintah (PP) holding BUMN perumahan akan rampung pada minggu depan. Aturan holding infrastruktur dan holding perumahan pengembangan kawasan kini masih menunggu terbitnya PP dari pemerintah.

Pengamat Indef Bhima Yudhistira mengatakan, dengan dibentuknya holding ada beberapa manfaat salah satunya meningkatkan serapan modal BUMN baik dalam maupun luar negeri untuk percepat pembangunan perumahan khususnya rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Selama ini pembangunan rumah terkendala permodalan karena terbatasnya pendanaan disektor properti,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (3/2).

Selain itu, Bhima juga mengatakan, holding BUMN Perumahan juga dapat bersinergi dengan holding Infrastruktur dalam menciptakan pengembangan kawasan dan kota baru.

“Join expertise atau kerjasama antara BUMN yang memiliki keahlian spesifik tergantung pada daerah sasaran pembangunan maupun keahlian konstruksi,” tuturnya.

Bhima juga menambahkan, yang terpenting kehadiran holding BUMN ini juga bisa mendorong keterlibatan swasta dalam kerangka PPP (public private partnerships).

“Swasta tetap perlu dioptimalkan dalam pembangunan perumahan MBR karena skala nya lebih besar sekaligus multiplier effectnya bisa serap tenaga kerja lebih banyak,” tandasnya.

Adapun untuk anggota holding perumahan dan pengembangan kawasan antara lain terdiri dari PT Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan Persero, PT Virma Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero), serta PT Bina Karya (Persero).

Sedangkan untuk anggota holding BUMN infrastruktur terdiri dari PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Yodya Karya (Persero) Tbk, PT Indra Karya (Persero) dan PT Hutama Karya (HK).

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Romys Binekasri