Dibangun Dekat Kali Progo, Bendung Kamijoro Curi Perhatian Masyarakat

JawaPos.com – Pembangunan jaringan irigasi baru telah dilakukan secara bertahap, salah satunya adalah pembangunan Bendung Kamijoro yang dikerjakan sejak 2016 dan rampung pada 2018 oleh Kementerian PUPR. Bendungan ini dikerjakan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air. Bendung Kamijoro berada di aliran Kali Progo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. 

Manfaat dari Bendung Kamijoro ini akan mengairi sawah seluas 2.370 hektar di Kabupaten Bantul dan diharapkan meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen menjadi 270 persen. Bangunan bendung juga menyediakan prasarana pengambilan air baku ke arah Kabupaten Kulon Progo sebesar 500 l/dt.

Bendungan ini, mencuri perhatian warga. Sebab, pembangunan Bendung Kamijoro juga dilengkapi dengan taman sehingga menjadi ruang terbuka publik yang banyak dikunjungi wisatawan. Wisatawan yang datang memanfaatkan taman yang ada untuk beragam aktivitas seperti bersantai, berolahraga dan swafoto. Selain itu juga terdapat jembatan yang menjadi lokasi wisatawan menikmati aliran Kali Progo. Fasilitas publik seperti mushola dan kamar mandi juga telah tersedia.   

“Cuma 12 menit dari perum tempat tinggal kami di Pajangan. Namanya Taman Belanda atau Bendung Kamijoro baru dibuka untuk wisata 5 hari. Cuma bayar parkir Rp 2 ribu dan jajanan kulinernya juga murah meriah. Dengan dibukanya tempat ini, mata pencaharian penduduk setempat jadi bertambah. Banyak sekali pengunjungnya sampai parkiran penuh, karena tempatnya asik buat santai keluarga dan tempat bermain anak,” ungkap salah seorang warganet estrika_legotana di akun Kementerian PUPR. 

Kementerian PUPR melalui keterangan resminya menuturkan bendungan Kamijoro dilakukan dengan kontrak tahun jamak 2016-2018 sebesar Rp 229 miliar oleh kontraktor PT Waskita Karya dan PT PP (Kerjasama Operasi/KSO). Sementara konsultan supervisinya adalah PT Yodya Karya dan PT Catur Bina dengan nilai kotrak Rp 7,8 miliar. Selain membangun bendung, pekerjaan lainnya adalah rehabilitasi saluran sepanjang 9,6 Km, pekerjaan intake air baku, pembuatan rumah panel dan penghijauan.

Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 1 juta hektare jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 3 juta hektare jaringan irigasi pada periode 2015-2019. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program yang targetnya akan tercapai selain pemeliharaan jalan nasional, pembangunan jalan baru, jalan tol, waduk, kota baru, pelatihan konstruksi dan sertifikasi konstruksi.  

“Capaian dalam empat tahun, pemerintah telah membangun 860.015 Ha jaringan irigasi baru yakni tahun 2015 seluas 273.532 hektare, 2016 seluas 138.661 hektare, tahun 2017 seluas 227.743 hektare dan tahun 2018 seluas 220.079 hektare. Pada tahun 2019 ditargetkan tambahan jaringan irigasi seluas 139.410 hektare,” kata Basuki.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : Uji Sukma Medianti