BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Non Formal

JawaPos.com – Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal yang loloskan pemerintah jadi peluang bagi bank untuk meningkatkan ekspansi kreditnya. Salah satunya dilakukan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan menggandeng sejumlah komunitas untuk fasilitas Kredit Pmilikan Rumah (KPR).

Dirut PT Bank BTN, Maryono mengatakan langkah perseroan memperluas akses kredit kepada pekerja non formal dengan menggandeng komunitas sebagai upaya memperluas akses KPR Subsidi dalam mendukung Program Sejuta Rumah.

“Pekerja non formal yang digandeng untuk kerja sama adalah komunitas pencukur rambut,” kata Maryono dalam keteranganya di Jakarta, Minggu (20/1).

BTN berkomitmen memfasilitasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi bagi sekitar 4.000 anggota Perhimpunan Persaudaraan Pencukur Rambut Garut (PPRG). Sebelumnya, langkah ini juga telah dilakukan dengan memfasilitasi Asosiasi Pedagang Mie Bakso (APMISO), pengemudi taksi yang bekerja di bawah naungan PT Blue bird Tbk (BIRD), membantu program pembangunan rumah swadaya bagi guru honorer dengan program ABCG (Akademisi, Business,Community and Government) serta mitra Gojek dan Grab mendapatkan KPR BTN Mikro.

Maryono menjelaskan dengan rata-rata penghasilan kurang lebih Rp 4 juta perbulan, para pencukur rambut tersebut berpeluang mendapatkan pembiayaan perumahan, khususnya KPR Subsidi.

“Kami optimistis kemampuan ekonomi para pencukur rambut Garut pada umumnya dapat berkembang pesat sehingga dibutuhkan layanan jasa perbankan yang mumpuni,” paparnya.

Perumahan PPRG yang dibangun untuk anggota PPRG terletak di tanah seluas 5 hektare di desa Sukamukti, kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk tahap pertama akan didirikan sekitar 150 unit rumah tipe 30/60 dengan harga jual sekitar Rp 130 juta.

Terkait kinerja, BTN telah merealisasikan penyaluran KPR subsisi sebesar Rp 39,2 triliun untuk membiayai 757.093 unit rumah. Sementara KPR Non Subsidi yang dikucurkan mencapai Rp 33,04 triliun untuk membiayai 173.459 unit rumah.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : ask