Asik! Milenials Akan Dibolehkan Ambil KPR Tanpa Syarat Gaji Minimal

JawaPos.com – Pemerintah berencana memperluas kesempatan kalangan milenial untuk memiliki rumah lewat skema pembiayaan perbankan. Lewat skema itu, nantinya milenials tak perlu mencantumnya syarat minimal penghasilan yang diterima setiap bulannya.

“Saat ini Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) bersama Kementerian  Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji skema khusus agar generasi milenial lebih mudah mendapatkan KPR. Salah satunya tidak ada batasan gaji untuk pembelian rumah lewat KPR,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono disela acara ulang tahun Bank Tabungan Negara ( BTN) ke-42 di Jakarta, Senin (10/12).

Basuki menjanjikan skema KPR untuk milenial ini diharapkan tuntas sebelum akhir tahun 2019, sehingga pada tahun 2019 sudah bisa dijalankan.

Asik! Milenials Akan Dibolehkan Ambil KPR Tanpa Syarat Gaji MinimalIlustrasi pembangunan rumah menengah bawah (DOK.JAWAPOS.COM)

Menurutnya, meskipun KPR khusus milenial ini disubsidi pemerintah, namun sangat berbeda dengan program pemerintah dalam fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ( FLPP).

Dijelaskan, bila di FLPP, persyaratannya harus memiliki gaji tetap antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta, namun KPR milenial ini tidak ada batasan gajinya.

Selain itu untuk ukuran rumah milenial ini, tidak lagi hanya 36 m2 tetapi bisa lebih. Adapun bunga KPRnya di bawah 5 persen, dengan uang muka hanya 1 persen.

“Kalau rumahnya ukurannya tidak lagi 36 m2 tapi bisa lebih, bunganya tidak 5 persen tapi bisa diturunkan dari situ, kemudian uang muka hanya 1 persen,” tegasnya.

Menurut Basuki, diperkirakan dengan ada skema baru maka permintaan rumah pasti bertambah. Dapat dipastikan subsidi untuk perumahan tahun 2019 akan meningkat hingga dua kali lipat.

“Dampak dari pembeli perumahan milenial akan besar. Walaupun nanti anggaran subsidi akan meningkat hingga 2 kali lipat, itu tidak masalah sih, karena ini anjuran dari Presiden untuk penyediaan rumah untuk kaum milenial, ya kita tinggal jalankan saja. Kan tugas kita menyediakan rumah dan agar mereka tidak memikirkan dunianya sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut BTN, Maryono mengatakan, BTN menilai milenials bukan hanya menjadi obyek tapi juga menjadi subjek yang akan menjadi pendorong utama sektor properti.

“Dengan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk usia  produktif khususnya generasi milenial,  BTN berupaya mengoptimalkan peran  di sektor properti baik dari sisi supply maupun demand,” tegasnya.

Dipaparkan, pengembangan bisnis properti 2019, lanjut Maryono tidak akan lepas dari peran milenial baik dari sisi supply dan demand properti sehingga pelaku bisnis properti dan perbankan harus dapat mengatur strateginya menyesuaikan dengan “selera” milenials.

BTN optimistis dengan strategi yang ada akan dapat menggaet demand milenial dari seluruh lapisan masyarakat seperti masyarakat berpenghasilan eendah (MBR), kelas menengah ataupun atas, dan setiap generasi, baik milenial, generasi X, Baby Boomers dan lain sebagainya.

Maryono menambahkan, hingga Oktober 2018, BTN telah merealisasikan kredit untuk membangun hampir 5 juta unit rumah bagi keluarga Indonesia, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi. Adapun nilai KPR yang sudah terealisasi telah mencapai lebih dari Rp 257,6 triliun.

Ia optimistis target pembiayaan KPR BTN sebanyak 750 ribu unit rumah bisa terealisasi tahun ini dan mentargetkan pembiayaan KPR menjadi 850 ribu unit rumah tahun 2019.

Editor      : Mohamad Nur Asikin
Reporter : (ask/JPC)