9 Unit Jembatan Gantung Bakan Sambung Desa-desa di Aceh Tahun Ini

JawaPos.com – Sepanjang 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun 4 Jembatan Gantung dimana sebanyak 3 unit menggunakan dana APBN maupun Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA). Pada 2019, pembangunan jembatan gantung di Aceh akan dilanjutkan sebanyak 9 unit yang terbagi 6 unit didanai oleh APBN dan 3 unit didanai dari APBA.

Tiga jembatan gantung yang dibangun dengan dana APBN adalah Jembatan Gantung Pante Kala (60 meter) di Kabupaten Aceh Barat Daya dengan anggaran Rp 4,3 miliar, Tanjong Dalam (72 meter) di Kabupaten Aceh Utara dengan anggaran Rp 5,14 miliar dan Gunung Setan  (72 meter) di Kabupaten Aceh Utara dengan anggaran Rp 6,16 miliar.

Sementara itu, Jembatan Gantung Sikundo (90 meter) yang berada di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat dilaksanakan dalam periode 2016-2018 dengan biaya Rp 3,74 miliar.

“Enam jembatan gantung yang didanai APBN yakni Jembatian Gantung Geunie (42 meter) di Kabupaten Pidie Jaya, Alur Ngang (60 meter) di Kabupaten Gayo Lues, Blang Panu (120 meter), Keude Trumon (90 meter) di Kabupaten Aceh Selatan serta diusulkan Blang Brandeuh (90 meter) di Kabupaten Nagan Raya dan Siron (120 meter) di Kabupaten Aceh Besar,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh Achmad Subki dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/2).

Tiga jembatan gantung akan dibangun dengan dana Otsus Aceh yakni Seurendek-Tanoh Mirah (150 meter) di Kabupaten Aceh Barat, Baro-Sipot (150 meter) dan Pulo Teungoh-Dusun Sengkadeh (30 meter). Ketiganya berada di Kabupaten Aceh Barat.

Dalam empat tahun (2015-2018), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun sebanyak 164 jembatan gantung dengan total panjang 39.798 meter. Pada 2019, jembatan gantung baru yang akan dibangun sebanyak sebanyak 166 unit yang tersebar di seluruh pelosok di tanah air.

Progres pembangunan Jembatan Gantung Sikundo saat ini telah fungsional hingga kendaraan roda-2. Dengan selesainya jembatan ini, maka warga kedua desa tidak lagi melintasi sungai memakai titian kabel yang sudah digunakan warga sejak tahun 1979.

Masyarakat terutama para pelajar tidak lagi berangkat ke sekolah melewati titian kabel diatas Sungai Sikundo untuk belajar di Desa Jambak.

Di media sosial sempat diviralkan dengan adanya warga Desa Sikundo yang menyeberangi sungai menggunakan jembatan kabel ala Indiana Jones. Kementerian PUPR mengklafitikasi bahwa foto tersebut merupakan Photo yang diambil tahun 2016.

Sejak 2016, sudah mulai dibangun secara bergotong-royong dengan anggaran Pemerintah Kabupaten Aceh barat dan dilanjutkan dengan anggaran Pemerintah Aceh.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : Uji Sukma Medianti