4 Fakta Baru Saat Liburan Melewati Trans Jawa dan JORR

JawaPos.com – Musim libur natal dan tahun baru 2018-2019 segera dimulai. Masyarakat yang hendak berlibur menggunakan tol menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat menggunakan Tol Trans Jawa juga tol dalam kota sebagai alternatif menuju kampung halaman atau bersilaturahmi ke sanak saudara.

Namun, beberapa hal perlu diketahui saat memutuskan untuk bepergian lewat jalur tersebut mulai dari transaksi tol hingga lalu lintas supaya tak terjebak dalam kemacetan yang melelahkan. Setidaknya ada empat hal yang harus diperhatikan jika ingin berlibur lewat Tol Trans Jawa:

1. Perubahan Sistem Transaksi

Pada natal dan tahun baru 2018 ini, transaksi akan dihilangkan di Gerbang Tol (GT) Tembalang di ruas Semarang-Solo. Sementara untuk ruas Sedyatmo-JORR W1 transaksi akan dihilangkan di GT Kayubesar.

Untuk ruas JORR, hanya satu kali transaksi yaitu pada setiap on-ramp setiap ruas tol JORR, ATP, Pondok Aren-Ulujami, serta sistem terbuka tarif tunggal dibangun GT baru di on-ramp Bintaro Viaduct (untuk pengguna arah Bintaro).

2. Penambahan Gardu Operasi

Dengan bertambahnya volume lalu lintas kendaraan dari hari normal saat musim libur nataru, maka Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menambah gardu. Untuk GT Cikarang Utama, ada 20 gardu masuk dan 27 gardu keluar. Jumlah gardu keluar justru dikurangi pihak Jasa Marga dari tahun lalu, sebab ada 3 gardu yang diloloskan untuk smoothing menuju GT Cikarut 3.

GT Pasteur, ada 7 gardu masuk dan 10 gardu keluar. Untuk GT Cengkareng ditambah GTO Mini (OAB) sebanyak 6 unit, sehingga total gardu menjadi 23 gardu operasi. GT Manyaran beroperasi 8 ditambah 4 GTO mini. Sementara untuk mobile reader akan dioperasikan 171 unit.

3. Penyediaan layanan Top-up

PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai salah satu BUJT akan menambah lokasi top-up uang elektronik di Gerbang Tol. Serta menyediakan layanan gerak oleh Bank di Rest Area.

4, Pelayanan Lalu Lintas

Selama masa angkutan nataru, beberapa stakeholder dari Kepolisian, Kemenhub dan PUPR akan melakukan pengaturan waktu operasi angkutan barang oleh Kemenhub. Selain itu ada penghentian sementara pekerjaan proyek (sesuai arahan Kementerian PUPR). 

Pihak kepolisian bersama dinas perhubungan juga akan melakukanb percepatan penanganan apabila terjadi gangguan di jalur dengan optimalisasi kapasitas lajur (contraflow).

Serta distribusi beban lalu lintas melalui monitoring kepadatan di ruas dengan RTMS, percepatan distribusi informasi dengan penambahan VMS (+15), CCTV (+10), RTMS (+2), twitter, JMCARe.

Editor      : Saugi Riyandi
Reporter : (uji/JPC)