Pelatih Beberkan Kunci Sukses Elsa Maris Persembahkan Emas

Jakarta: Pelatih tim para-boling Indonesia, Waluyo, memaparkan kunci sukses Elsa Maris yang mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Asian Para Games 2018. Salah satunya adalah peran penting ibunya.

Elsa meraih medali emas lewat cabang olahraga tenpin boling nomor tunggal putri TPB4. Pertandingan di Jaya Ancol Bowling Centre, Selasa 9 Oktober 2018 ini, berlangsung sengit.

Medali emas baru dipastikan setelah Elsa mengumpulkan 1.186 poin dari enam game yang dimainkan. Ia sukses mengalahkan Diane Neo Pei Lin (Singapura), Kim Yuna (Korea Selatan) dan Nur Syazwani (Malaysia).

Baca juga: David Jacobs: Penyandang Disabilitas Tidak Perlu Malu!

Waluyo tentu sangat bangga dengan anak asuh yang diandalkan tersebut. Elsa mampu menggapai target menyumbang sekeping emas, meski dengan perjuangan yang tidak mudah.

Dijelaskan Waluyo, Elsa sempat menjalani Pelatnas di Solo sekitar sembilan bulan. Di sana, porsi latihannya cukup tinggi karena dilakukan selama enam hari dalam sepekan.

Jadwal latihan tersebut belum termasuk satu laga uji coba di Kejuaraan World Para Bowling Tour 2018 Malaysia, Juli lalu. Beruntung, Elsa di sana memborong empat medali emas.

Baca juga: Respons Menpora atas Insiden Hijab Miftahul Jannah

“Setiap harinya, dia itu main 8-9 game. Jadi, kalau dalam pertandingan tadi hanya bermain enam game, sudah enteng sama dia,” ujar Waluyo.

Elsa adalah atlet disabilitas tunagrahita dan tunarungu. Jadi, Elsa memiliki kekurangan dalam segi intelektual serta pendengaran. Untuk berkomunikasi dengan Elsa agak sulit dilakukan, karena dia hanya mengerti bahasa khusus ibunya.

“Pokoknya, peran ibunya penting sekali untuk Elsa. Kalau evaluasi usai latihan, biasanya kami tidak berkomunikasi langsung dengan Elsa. Tapi berbicara dulu dengan ibunya untuk kemudian disampaikan kepada Elsa,” papar Waluyo.

Baca juga: Elsa Maris, Si Anak Mama

Meski sulit berkomunikasi, Elsa tetap diakui sebagai murid paling senior yang paling gigih. Dia selalu siap menerima porsi latihan dan bahkan ikut membantu mengajarkan rekan-rekan setim yang lain. 

“Elsa sudah seperti asisten pelatih juga bagi saya. Karena jam terbangnya sudah tinggi dan permainannya bagus, dia juga tak segan menularkan ilmu kepada rekan-rekannya,” ujar Waluyo.

Selain tampil di Asian Para Games 2018, Elsa yang saat ini berusia 32 tahun akan diproyeksikan Waluyo untuk menyambut ASEAN Para Games 2019 Filipina. Selain itu, Elsa juga akan dipercaya mengikuti beberapa ajang World Para Bowling Tour pada tahun depan. Menariknya, Elsa sering berlatih dan berkompetisi dengan orang-orang normal.

“Saya ingin Elsa tetap berlatih dan pertahankan medali emas ini untuk event berikutnya. Itu saja harapan dari saya,” tutup Waluyo.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Istiqomah Berhijab, Miftahul Jannah Beralih Jadi Pecatur
 

(RIZ)